1.A. Mekanisme Pembentukan Urea Di Hati
Jika sel tubuh kelebihan
asam amino, asam amino tersebut akan mengalami deaminasi. Deaminasi merupakan
pemindahan gugus amin (-NH) dari asam amino. Deaminasi mengakibatkan
terkumpulnya amonia yang bersifat racun. Hati dengan bantuan enzim arginase
akan mengubah arginin (salah satu asam amino esensial) menjadi ornitin dan
urea. Urea akan dibuang melalui ginjal, sedangkan ornitin akan mengikat amonia
yang bersifat racun dan akan dikeluarkan ke dalam empedu dan urin.
1.B. Proses pembentukan urin di nefron ginjal
Urin dibentuk di nefron yaitu dengan menyaring
darah dan kemudian mengambil kembali ke dalam darah bahan-bahan yang
bermanfaat. Dengan demikian akan tersisa bahan tak berguna, yang nantinya
akan keluar dari nefron dalam bentuk suatu larutan, yang disebut urin.
Sebelum menjadi urin, di dalam ginjal akan terjadi tiga macam proses,
yaitu: Filtrasi, Reabsorpsi, dan Augmentasi.
|
Filtrasi terjadi di
glomerulus. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang filtrasi, terlebih dahulu
akan dibahas tentang pengertian filtrasi. Filtrasi adalah proses penyaringan
darah yang mengandung zat-zat sisa metabolisme yang dapat menjadi racun bagi
tubuh.
Proses filtrasi ini terjadi di glomerulus dan
kapsula Bowman yang menghasilkan filtrat gromerulus atau urin primer. Mula-mula
darah masuk ke glomerulus melalui arteriol afferent dan terjadi filtrasi
sehingga menghasilkan urin primer, kemudian urin primer akan memasuki kapsula
Bowman. Proses filtrasi terjadi akibat mengkerut dan mengembangnya arteriol
afferent dan arteriol efferent yang masuk dan meninggalkan glomerulus. Selama terjadi filtrasi
sel-sel darah dan molekul protein tidak dapat disaring, sedangkan
molekul-molekul yang berukuran lebih kecil seperti: garam, asam amino dan gula
dapat disaring sehingga menjadi bagian dari filtrat glomerulus atau urin
primer.
Reabsorpsi
Reabsorpsi terjadi di
tubulus kontortus proksimal yang nantinya akan menghasilkan urin sekunder. Urin
primer yang berkumpul dalam kapsula Bowman masuk ke dalam tubulus kontortus
proksimal dan terjadi proses reabsorpsi.
Pada proses ini terjadi
penyerapan kembali zat yang berguna oleh dinding tubulus, lalu masuk ke
pembuluh darah yang mengelilingi tubulus.
Zat-zat yang diserap
kembali oleh darah antara lain: glukosa, asam amino dan ion-ion anorganik (Na+,K+, Ca++, Cl-, HCO3-, HPO4-3, SO4-3).
Proses ini terjadi karena
transpor aktif. Hasil dari reabsorpsi urin primer adalah urin sekunder yang
mengandung sisa limbah nitrogen dan urea.
Dengan demikian urin
sekunder adalah hasil saringan dari urin primer yang mengandung limbah nitrogen
dan urea.
Urine sekunder akan masuk
ke lengkung Henle menuju tubulus kontortus distal. Pada saat melewati lengkung
Henle desenden, air berosmosis keluar sehingga volume urin sekunder menurun dan
menjadi pekat. Saat melewati lengkung Henle asenden, garam (Na+) dipompa keluar, sehingga
kepekatan urin berkurang tetapi volume urin tetap. Dengan demikian konsentrasi
garam di luar tubulus meningkat.
Augmentasi
Dari lengkung Henle
asenden, urin sekunder akan masuk ke tubulus distal. Di dalam tubulus distal
urin sekunder mengalami augmentasi yaitu proses penambahan zat –zat yang tidak
diperlukan oleh tubuh ke dalam tubulus kontortus distal.
Zat sisa yang dikeluarkan
dari pembuluh darah kapiler adalah ion hidrogen (H+), ion kalium (K+), NH3dan kreatinin. Pengeluaran
(H+) ini
membantu menjaga pH yang tetap dalam darah.
Selama melewati tubulus distal dan tubulus kolektifus, urin
kehilangan banyak air (H2O) sehingga konsentrasi urin semakin pekat. Setelah itu urin
memasuki pelvis renalis dan menuju ureter, kemudian dialirkan ke vesica
urinaria untuk ditampung sementara waktu. Pengeluaran urin diatur oleh
otot-otot sfingter. Kandung kemih hanya mampu menampung kurang lebih 300
ml. Kadung kemih di kendalikan oleh saraf pelvis dan serabut saraf simpatis
dari plexus hipogastrik.
Reabsorpsi
Reabsorpsi terjadi di tubulus kontortus proksimal yang nantinya akan menghasilkan urin sekunder. Urin primer yang berkumpul dalam kapsula Bowman masuk ke dalam tubulus kontortus proksimal dan terjadi proses reabsorpsi.
Augmentasi


